Palembang,SuaraMetropolitan – Kondisi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang berdampak terhadap kualitas udara membuat Pemerintah Kota Palembang meningkatkan kewaspadaan. Terlebih, saat ini terdapat tiga wilayah yang dinilai paling rawan terhadap karhutla.
Wali Kota Palembang, H Ratu Dewa mengatakan, Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) di Kota Palembang saat ini berada di angka 158 atau menempati peringkat 17. Kondisi tersebut, menurutnya, menuntut kewaspadaan tinggi dari seluruh elemen masyarakat.
“Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) di Kota Palembang berada di angka 158 atau menempati peringkat 17, sehingga menuntut kewaspadaan tinggi dari seluruh elemen masyarakat,” kata Dewa.
Dewa menjelaskan, dampak kebakaran hutan dan lahan saat ini sudah cukup luas. Di Palembang ada tiga wilayah kecamatan yang paling rawan, yakni Kecamatan Gandus, Kecamatan Kertapati, dan Kecamatan Ilir Barat I.
“Dampak kebakaran hutan dan lahan saat ini sudah cukup luas. Di Palembang ada tiga titik kecamatan yang paling rawan yakni di Kecamatan Gandus, Kecamatan Kertapati, dan Kecamatan Ilir Barat I,” jelasnya.
Baca juga: Herman Deru Turun Pantau OMC, Karhutla OKI Jadi Sasaran Penyemaian Garam
Pemkot Palembang, lanjut Dewa, terus melakukan upaya penanganan terhadap titik-titik api yang berada di sejumlah wilayah tersebut.
“Pemerintah Kota Palembang telah berupaya secara maksimal dan berjibaku di lapangan untuk mengatasi titik-titik api tersebut,” ujarnya.
Di sisi lain, masyarakat juga diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak buruk kualitas udara, khususnya terhadap kesehatan. Dewa mengimbau masyarakat menerapkan pola hidup sehat dan menggunakan masker ketika beraktivitas di luar ruangan.
“Kami mengimbau masyarakat untuk membiasakan pola hidup sehat dan disiplin mengenakan masker saat beraktivitas di luar ruangan,” katanya.
Dewa menambahkan, kewaspadaan tersebut penting karena kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) masih tinggi dan saat ini didominasi kelompok usia produktif.
Baca juga: Lidyawati Cik Ujang Beri Semangat Peserta Lomba Masak: Masakan Lezat Cermin Cinta Keluarga
“Kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) masih tinggi dan saat ini didominasi oleh kelompok usia produktif 15 hingga 59 tahun,” ungkapnya.
Di tengah kondisi tersebut, Pemkot Palembang juga melakukan ikhtiar melalui Sholat Istisqa atau sholat meminta hujan. Melalui ibadah tersebut, pemerintah bersama masyarakat bermunajat agar Allah SWT segera menurunkan hujan yang bermanfaat bagi Kota Palembang.
“Melalui kegiatan Sholat Istisqa ini, seluruh jajaran pegawai, ASN, dan masyarakat diajak untuk bersama-sama bermunajat mengetuk pintu langit agar Allah SWT mengijabah doa dan menurunkan hujan yang bermanfaat bagi Kota Palembang,” tutur Dewa.
Sholat Istisqa tersebut digelar di halaman Rumah Dinas Wali Kota Palembang, Sabtu (29/8/2026). Pelaksanaannya diikuti secara khusyuk oleh jajaran ASN, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta para ustadz dan ustadzah.
Bertindak sebagai imam dalam pelaksanaan sholat tersebut adalah Ahmad Tarmizi Muhaimin, S.Pd.I, Al-Hafidz.
Baca juga: Tak Sekadar Lunasi Tunggakan, Pemda Diminta Jaga Keberlanjutan Program JKN
Sementara itu, Ahmad Tarmizi mengimbau seluruh jemaah untuk senantiasa memperbanyak istighfar dan zikir.
“Seluruh jemaah hendaknya senantiasa memperbanyak istighfar dan zikir,” imbaunya.
Ia juga menekankan bahwa musibah dan ujian kekeringan yang dihadapi saat ini harus menjadi momentum untuk meningkatkan ketakwaan sekaligus melakukan evaluasi bersama dalam menjaga keseimbangan alam.
“Musibah dan ujian kekeringan yang dihadapi harus disikapi sebagai momentum peningkatan ketakwaan serta evaluasi kolektif dalam menjaga keseimbangan alam,” tegasnya.
Melalui ketulusan doa jemaah yang hadir, diharapkan Kota Palembang senantiasa berada dalam lindungan dan keberkahan Allah SWT serta segera dikaruniai curah hujan yang merata.
Hujan tersebut diharapkan dapat membantu memadamkan titik-titik api dan memulihkan kualitas udara Kota Palembang secara permanen.(*)






