Berita Daerah

Banyuasin Jadi Percontohan IMMACo, Kawasan Pertanian Modern 22 Ribu Hektare Disiapkan di Muara Telang

×

Banyuasin Jadi Percontohan IMMACo, Kawasan Pertanian Modern 22 Ribu Hektare Disiapkan di Muara Telang

Sebarkan artikel ini
Foto bersama di sela-sela rapat percepatan pengembangan kawasan koperasi terintegrasi IMMACo yang digelar di Ruang Rapat Catur Gatra, Kantor Pusat Kementerian Pertanian, Gedung D Lantai IV, Jakarta, Jumat (12/9/2026).

Jakarta,SuaraMetropolitan – Kabupaten Banyuasin mendapat kepercayaan untuk menjadi salah satu kawasan percontohan pengembangan pertanian modern melalui program Indonesian Millennial for Modern Agriculture Corporation (IMMACo). Program tersebut akan dipusatkan di Kecamatan Muara Telang dengan cakupan kawasan sekitar 22 ribu hektare.

Pengembangan kawasan IMMACo ini dibahas dalam rapat percepatan pengembangan kawasan koperasi terintegrasi IMMACo yang digelar di Ruang Rapat Catur Gatra, Kantor Pusat Kementerian Pertanian, Gedung D Lantai IV, Jakarta, Jumat (12/9). Rapat tersebut turut dihadiri langsung Bupati Banyuasin Dr. H. Askolani, S.H., M.H.

Penunjukan Banyuasin sebagai kawasan percontohan diarahkan untuk membangun ekosistem pertanian modern yang terintegrasi, mulai dari kelembagaan koperasi, petani, proses produksi hingga penyerapan hasil pertanian.

Konsep tersebut diharapkan mampu meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus memperkuat posisi petani melalui kelembagaan ekonomi yang lebih terorganisasi.

Bupati Banyuasin Askolani menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Kementerian Pertanian atas kepercayaan yang diberikan kepada Banyuasin. Ia menilai program IMMACo sejalan dengan komitmen pemerintah daerah dalam mengoptimalkan potensi pertanian sekaligus mendukung Asta Cita Presiden Prabowo Subianto dalam mewujudkan swasembada pangan nasional.

Baca juga: Taksi Listrik Bukan Berarti Bebas Uji, Pakar Transportasi Tegaskan Wajib Laik Jalan

“Banyuasin memiliki potensi pertanian yang sangat besar, baik dari sisi luas lahan maupun sumber daya petaninya. Sejak beberapa tahun lalu kami sudah memiliki gagasan untuk membangun kelembagaan ekonomi petani agar petani tidak berjalan sendiri-sendiri. Karena itu, kami melihat konsep IMMACo ini sangat sejalan dengan apa yang selama ini ingin kami bangun,” ujar Askolani.

Menurut Askolani, Pemkab Banyuasin siap memberikan dukungan maksimal terhadap pengembangan kawasan tersebut. Namun, keberhasilan program membutuhkan sinergi lintas sektor, mulai dari pemerintah pusat dan daerah, koperasi, petani, perguruan tinggi, TNI hingga pihak-pihak terkait lainnya.

Sementara itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian RI, Dr. Idha Widi Arsanti, S.P., M.P., menilai kawasan Muara Telang memiliki potensi kuat untuk dikembangkan sebagai percontohan pertanian modern.

Luas hamparan pertanian serta aktivitas pertanian yang telah berkembang menjadi modal penting dalam pengembangan kawasan tersebut. Namun, menurutnya, potensi tersebut harus ditopang dengan manajemen yang baik, kelembagaan koperasi yang kuat dan pemanfaatan teknologi pertanian modern.

Baca juga: 700 Orang Turun ke Sungai Musi, Ratu Dewa Ajak Warga Hentikan Kebiasaan Buang Sampah

“Pengembangan kawasan IMMACo di Banyuasin harus kita bangun dengan manajemen yang baik, terintegrasi dan sesuai dengan kondisi di lapangan. Potensi kawasan Muara Telang sangat besar, sehingga perlu kita optimalkan melalui penerapan teknologi pertanian modern, penguatan kelembagaan koperasi, serta pendampingan kepada para petani,” ujar Kepala BPPSDMP.

Ia juga mendorong agar kawasan IMMACo tidak berjalan sendiri, melainkan terhubung dengan berbagai program pendukung. Di antaranya penyediaan sarana produksi pertanian, akses BBM pertanian, penguatan penyuluhan, penerapan teknologi serta keterlibatan perguruan tinggi dalam pendampingan dan pembelajaran bagi petani.

Dalam ekosistem tersebut, keberadaan SPPG juga diharapkan dapat berperan dalam menyerap hasil pertanian lokal. Produk yang dihasilkan petani Banyuasin nantinya diharapkan dapat memenuhi kebutuhan pangan SPPG, sehingga membuka pasar yang lebih pasti sekaligus memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat.

Dengan ditunjuknya Banyuasin sebagai kawasan percontohan IMMACo, pengembangan kawasan pertanian sekitar 22 ribu hektare di Muara Telang diharapkan menjadi model pertanian modern yang terintegrasi, produktif dan berkelanjutan.

Program tersebut sekaligus diharapkan semakin memperkuat posisi Banyuasin sebagai salah satu daerah penyangga pangan nasional dalam mendukung target swasembada pangan.

Tinggalkan Balasan