Berita Daerah

Herman Deru Tawarkan Karet hingga Batu Bara Sumsel kepada Investor Bangladesh

×

Herman Deru Tawarkan Karet hingga Batu Bara Sumsel kepada Investor Bangladesh

Sebarkan artikel ini
Gubernur Sumsel, Herman Deru, menerima kunjungan Duta Besar Bangladesh untuk Indonesia, H.E. Mr. Md. Abdul Hasan Mirdha, di Ruang Pertemuan Hotel Aryaduta Palembang, Selasa (3/11/2026). 

Palembang,SuaraMetropolitan – Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) H. Herman Deru membuka peluang investasi bagi pengusaha Bangladesh untuk mengembangkan sejumlah komoditas unggulan daerah. Potensi sektor perkebunan dan pertambangan, mulai dari karet, batu bara, kelapa sawit hingga kelapa, ditawarkan untuk dikembangkan melalui industri pengolahan dan hilirisasi.

Peluang kerja sama tersebut dibahas saat Herman Deru menerima kunjungan Duta Besar Bangladesh untuk Indonesia, H.E. Mr. Md. Abdul Hasan Mirdha, di Ruang Pertemuan Hotel Aryaduta Palembang, Selasa (3/11/2026).

Pertemuan yang berlangsung dalam suasana silaturahmi itu sekaligus menjadi ajang penjajakan kerja sama ekonomi dan investasi antara Bangladesh dengan Sumsel.

Herman Deru menyambut baik kunjungan tersebut. Menurutnya, pertemuan itu menjadi kesempatan untuk mempererat hubungan persahabatan kedua negara yang telah terjalin cukup lama, termasuk melalui berbagai program pertukaran pelajar dan relawan.

“Satu kehormatan bagi saya hari ini bisa bertemu langsung dengan Bapak Duta Besar. Saya didampingi para kepala OPD dan Kepala DPMPTSP untuk membahas berbagai peluang kerja sama yang bisa dikembangkan antara Bangladesh dan Sumatera Selatan,” ujar Herman Deru.

Dalam kesempatan itu, ia memaparkan bahwa Sumsel memiliki kekayaan sumber daya alam yang berpotensi dikembangkan menjadi industri bernilai tambah. Salah satu komoditas yang menjadi perhatian adalah karet, dengan luas perkebunan mencapai sekitar 1,4 juta hektare.

Dari total luasan tersebut, sekitar 99 persen merupakan perkebunan milik masyarakat. Kondisi ini dinilai menjadi peluang besar bagi pengembangan industri pengolahan karet yang tidak hanya meningkatkan nilai ekonomi komoditas, tetapi juga memberikan manfaat bagi petani.

“Kalau kita bicara investasi, Sumsel memiliki keanekaragaman potensi yang luar biasa. Karet kita memiliki luas sekitar 1,4 juta hektare dan 99 persen merupakan milik rakyat. Saya menawarkan peluang ini kepada perusahaan Bangladesh yang berminat mengembangkan industri pengolahan karet, termasuk industri ban, karena kita sendiri belum memiliki pabrik ban,” jelasnya.

Baca juga: PP 54/2017 Sebut Dirut BUMD dari Anggota Direksi, Tirta Musi Palembang Angkat dari Luar

Selain perkebunan karet, Herman Deru turut menawarkan potensi batu bara Sumsel yang diperkirakan menyumbang sekitar 40 persen dari cadangan nasional.

Meski memiliki potensi besar, pengembangan komoditas tersebut masih terkendala infrastruktur transportasi, terutama akses menuju dermaga. Lokasi sumber daya batu bara yang relatif jauh dari kawasan pesisir menjadi salah satu tantangan dalam proses distribusi.

Untuk menjawab persoalan tersebut, Pemprov Sumsel terus mendorong pembangunan jalan khusus angkutan batu bara menuju dermaga dengan panjang keseluruhan lebih dari 1.000 kilometer.

Pembangunan infrastruktur itu diharapkan dapat memperlancar distribusi sekaligus mendukung pengembangan industri pengolahan batu bara di Sumsel.

“Kita tidak ingin batu bara hanya dijual untuk kebutuhan pembangkit listrik dan diekspor dalam bentuk bahan mentah. Harapan kita ada proses hilirisasi sehingga menghasilkan produk turunan yang memiliki nilai tambah lebih besar bagi daerah,” katanya.

Komoditas kelapa sawit juga masuk dalam daftar peluang investasi yang ditawarkan. Herman Deru berharap potensi perkebunan sawit di Sumsel dapat dimanfaatkan lebih optimal melalui pengembangan berbagai produk turunan, sehingga tidak hanya bergantung pada penjualan bahan mentah untuk kebutuhan ekspor.

Peluang serupa juga dibuka pada sektor kelapa. Saat ini, Sumsel tengah mengembangkan industri pengolahan kelapa, salah satunya melalui pembangunan pabrik bioavtur oleh perusahaan asal Jepang.

Baca juga: Baru 37,78 Persen Pekerja di Palembang Terlindungi BPJS Ketenagakerjaan

Namun, keberadaan satu pabrik tersebut dinilai belum cukup untuk menyerap seluruh potensi produksi kelapa di Sumsel. Karena itu, investor masih memiliki kesempatan mengembangkan industri pengolahan kopra maupun produk turunan kelapa lainnya.

“Khusus kelapa, saat ini baru ada satu pabrik pengolahan yang sedang dibangun untuk menghasilkan bioavtur. Namun, tentu belum mampu menyerap seluruh potensi produksi kelapa kita. Karena itu, masih terbuka peluang investasi, baik untuk pengolahan menjadi kopra maupun pengembangan produk turunan lainnya,” ungkapnya.

Herman Deru menegaskan, Pemprov Sumsel siap mendukung masuknya investasi dari Bangladesh. Dukungan tersebut akan diberikan melalui kemudahan serta fasilitasi oleh perangkat daerah terkait, sehingga calon investor dapat memperoleh informasi dan melakukan koordinasi mengenai proses penanaman modal.

“Informasi ini mudah-mudahan menjadi peluang yang menarik. Kami akan memberikan karpet merah bagi perusahaan Bangladesh yang berminat berinvestasi di Sumsel, khususnya pada sektor industri pengolahan yang memiliki potensi besar,” tegas Herman Deru.

Selain membicarakan peluang ekonomi, Herman Deru juga memperkenalkan kekayaan kuliner khas Sumsel kepada Duta Besar Bangladesh. Ia menjelaskan bahwa Palembang dan Sumsel memiliki beragam makanan khas, terutama kuliner berbahan dasar ikan air tawar.

Sementara itu, Duta Besar Bangladesh untuk Indonesia, H.E. Mr. Md. Abdul Hasan Mirdha, menyambut positif pertemuan tersebut. Ia berharap komunikasi yang terjalin dapat menjadi pintu masuk untuk mempertemukan pemerintah daerah dengan investor serta pelaku usaha dari Bangladesh.

Menurutnya, diperlukan informasi lebih mendalam mengenai potensi investasi, persyaratan penanaman modal, hingga peluang melakukan kunjungan langsung ke sejumlah lokasi pengembangan industri di Sumsel.

“Kami ingin menghubungkan Bangladesh dengan Sumatera Selatan dan bertemu langsung dengan para investor yang memiliki peluang kerja sama. Kami mohon informasi lebih lanjut mengenai persyaratan investasi dan kemungkinan melakukan kunjungan ke lapangan agar dapat melihat langsung potensi yang ada,” ujarnya.

Tinggalkan Balasan