Berita Daerah

Lomba Kampung Wisata di HUT Palembang, Strategi Palembang Angkat Budaya dan Ekonomi

×

Lomba Kampung Wisata di HUT Palembang, Strategi Palembang Angkat Budaya dan Ekonomi

Sebarkan artikel ini
Sekretaris Daerah Kota Palembang, Aprizal Hasyim, saat memimpin rapat koordinasi persiapan HUT, Rabu (6/5/2026) pagi, di Ruang Rapat Musi Bappeda Litbang.

Palembang,SuaraMetropolitan Pemerintah Kota Palembang menjadikan lomba kampung wisata sebagai salah satu strategi dalam mengangkat potensi budaya sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat, dalam rangka menyemarakkan Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Palembang ke-1343 yang akan diperingati pada 17 Juni mendatang.

Hal ini disampaikan Sekretaris Daerah Kota Palembang, Aprizal Hasyim, saat memimpin rapat koordinasi persiapan HUT, Rabu (6/5/2026) pagi, di Ruang Rapat Musi Bappeda Litbang. Rapat tersebut turut dihadiri seluruh camat se-Kota Palembang yang akan menjadi peserta dalam lomba kampung wisata.

Aprizal menegaskan bahwa kampung wisata yang dilombakan bukanlah hasil rekayasa instan, melainkan kawasan yang telah memiliki potensi nyata, baik dari sisi budaya maupun kreativitas masyarakatnya.

Baca juga: Pengelolaan Aset hingga Belanja Disorot, Banyuasin Dikejar Tuntaskan Temuan

Ia menjelaskan, lomba akan dilaksanakan secara bertahap mulai dari tingkat kelurahan, kecamatan, hingga kota, bahkan berpeluang diikutsertakan dalam ajang desa wisata tingkat nasional.

“Saya minta para camat segera mempersiapkan kampung wisata di wilayah masing-masing. Kampung wisata ini adalah perpaduan antara kampung kreatif dan budaya, dengan penilaian berbasis nilai budaya serta kreativitas masyarakat,” ujarnya.

Untuk menjaga kualitas dan objektivitas penilaian, tim juri akan melibatkan unsur akademisi, sejarawan, media, serta para pakar yang berkompeten di bidangnya. Proses penilaian akan dimulai dari tingkat kecamatan sebelum berlanjut ke tingkat kota.

Baca juga: Gubernur Herman Deru Ajak Bangkitkan Gotong Royong, 3.067 RTLH di Palembang Ditarget Tuntas 2027

Selain menonjolkan aspek budaya dan kreativitas, Aprizal juga menekankan pentingnya keamanan, ketertiban, kebersihan, serta kesejukan lingkungan sebagai bagian dari indikator penilaian kampung wisata.

“Kampung wisata tidak boleh dibuat dadakan. Harus kampung yang memang sudah ada, tinggal dilestarikan lagi dari segi kebudayaan, kreativitas, dan nilai jual kulinernya,” tegasnya.

Melalui langkah ini, Pemerintah Kota Palembang berharap lomba kampung wisata dapat menjadi sarana pelestarian budaya sekaligus penggerak ekonomi kreatif masyarakat, serta memperkuat identitas Palembang sebagai kota yang berdaya, berbudaya, dan mendunia. (*)

Tinggalkan Balasan

error: Maaf ya, kalau beritanya bagus di share saja.