Jakarta,SuaraMetropolitan – Upaya percepatan pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera ruas Betung–Tempino–Jambi terus dilakukan. Berbagai kendala yang menghambat progres proyek strategis nasional ini dibahas secara rinci dalam rapat koordinasi yang digelar di Ruang Rapat Utama Gedung Bina Graha, Kantor Staf Presiden, Selasa (5/05/2026).
Rapat tersebut dihadiri Bupati Banyuasin, Dr. H. Askolani, SH., MH, bersama sejumlah pemangku kepentingan, termasuk perwakilan pemerintah daerah, instansi vertikal, serta pihak terkait lainnya.
Plt. Deputi IV Kepala Staf Kepresidenan, Fadjar Dwi Wishnuwardhani, menekankan pentingnya keterbukaan dan koordinasi dari seluruh pihak guna mempercepat penyelesaian proyek.
“Kita akan bahas semua kendala dan permasalahan dalam percepatan Jalan Tol Trans Sumatera ini. Saya minta kepada Wagub Sumsel, Bupati Musi Banyuasin, Bupati Banyuasin, Pengadilan Tinggi, PTPN dan semua pihak terkait untuk menjelaskan satu persatu kendala yang ada,” harapnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada pemerintah daerah yang dinilai kooperatif dalam mendukung program nasional demi peningkatan pelayanan kepada masyarakat.
Baca juga: Gubernur Herman Deru Ajak Bangkitkan Gotong Royong, 3.067 RTLH di Palembang Ditarget Tuntas 2027
Kantor Staf Presiden (KSP) sendiri saat ini memiliki tugas membantu Presiden RI, Prabowo Subianto, dalam mengawal percepatan berbagai program nasional, mulai dari MBG, Sekolah Rakyat, hingga pembangunan infrastruktur jalan tol.
Dalam diskusi tersebut, Bupati Banyuasin Askolani yang didampingi Kadis Perkimtan Banyuasin Syahrial, ST., MT serta Plt. Kadis Kominfo Banyuasin Hj. Ida Bahagia, SH., MM, menegaskan komitmen daerahnya dalam mendukung percepatan pembangunan tol tersebut.
“Kami masyarakat Banyuasin sangat menunggu segera dioperasikannya jalan tol ini, karena sangat membantu melerai macet Palembang-Jambi yang saat ini makin parah,” jelasnya.
“Sebelumnya, saya selaku Bupati Banyuasin dua periode telah membahas langsung dengan masyarakat Banyuasin terkait ganti rugi dan lainnya. Kita sangat proaktif untuk penyelesaian jalan tol ini,” tambahnya.
Askolani juga menekankan pentingnya koordinasi berkelanjutan dengan pihak terkait seperti HK dan PTPN I agar setiap kendala di lapangan dapat segera diselesaikan.
Baca juga: Menteri Haji Tinjau Langsung Keberangkatan Kloter 9 di Palembang, 435 Jemaah Dilepas ke Tanah Suci
Sementara itu, Direktur Utama PTPN I, Teddy Yunirman Danas, menyatakan pihaknya menargetkan penyelesaian pekerjaan sebelum batas waktu yang telah ditentukan, yakni pada 16 Juni 2026, dengan terus memperkuat komunikasi bersama pemerintah daerah.
Untuk wilayah Banyuasin, tepatnya di Kecamatan Betung dan Banyuasin III, proses pelepasan aset PT Perkebunan Nusantara I sebanyak 37 bidang ditargetkan tuntas sebelum deadline.
Dukungan juga disampaikan oleh Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan. Kajati Sumsel, Dr. Ketut Sumedana, SH., MH, menegaskan kesiapan pihaknya untuk mendukung percepatan pembangunan agar jalan tol dapat segera dimanfaatkan masyarakat.
Senada, Wakil Gubernur Sumatera Selatan, H. Cik Ujang, meminta seluruh pihak terus menjaga koordinasi agar proses berjalan cepat dan lancar.
“Kami mohon bantuan KSP agar jalan tol ini cepat beroperasi termasuk jalan tol Linggau sampai lahat segera dilakukan pembebasan lahan agar proses cepat terlaksana. Kami tetap mendukung semua kebijakan pemerintah pusat,” tutupnya.







