Jakarta,SuaraMetropolitan – Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), Sumatera Selatan, menyiapkan lahan seluas 3 hektare untuk mendukung pelaksanaan Program 3 Juta Rumah yang menjadi bagian dari Asta Cita Presiden Republik Indonesia.
Rencana tersebut diwujudkan melalui pengembangan Program Perumahan Komunitas di atas aset milik pemerintah daerah. Pemanfaatan lahan ini diharapkan dapat menjadi solusi penyediaan hunian yang layak, sehat, dan terjangkau bagi masyarakat yang membutuhkan.
Pemkab OKU kini tengah mematangkan berbagai tahapan persiapan, mulai dari penetapan lokasi, penyusunan konsep kawasan, kesiapan perizinan, hingga pendataan calon penerima manfaat.
Program ini dirancang melalui kolaborasi antara Pemkab OKU dan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP). Selain memenuhi kebutuhan tempat tinggal, pengembangan kawasan tersebut diharapkan turut mendorong pertumbuhan ekonomi lokal dan mendukung pengelolaan lingkungan secara berkelanjutan.
Baca juga: Rp405 Juta Honor Staf Khusus Bupati Muba, Tanpa Seleksi, Tak Ada Laporan Kerja, Tiga Rangkap Jabatan
Bupati OKU, H. Teddy Meilwansyah, mengatakan sasaran utama pembangunan perumahan tersebut adalah PNS Golongan I dan II serta masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).
“Sasaran utama dari pembangunan hunian di kawasan strategis ini adalah untuk memenuhi kebutuhan tempat tinggal bagi Pegawai Negeri Sipil (PNS) Golongan I dan II, serta masyarakat berpenghasilan rendah,” kata Bupati OKU, H. Teddy Meilwansyah, saat memaparkan usulan tersebut di Kantor Kementerian PKP, Jakarta, Kamis (8/10).
Dalam rencana pengembangannya, lahan seluas 3 hektare itu akan dibagi ke dalam sejumlah zona sesuai peruntukannya. Sebanyak 1,5 hektare dialokasikan untuk Perumahan Komunitas, 1 hektare untuk kawasan komersial, 0,3 hektare untuk fasilitas pendidikan, serta 0,23 hektare untuk fasilitas kesehatan.
Lokasi yang diusulkan berada di Jalan Hijrah, Kelurahan Kemelak Bindung Langit, Kecamatan Baturaja Timur. Kawasan tersebut dinilai strategis karena berjarak sekitar 1 kilometer dari Kantor Pemerintah Kabupaten OKU.
Baca juga: BNK Banyuasin Libatkan Keluarga Cegah Narkoba, Warga yang Terpapar Diminta Tak Takut Cari Bantuan
Dari sisi teknis, kondisi tanah di lokasi rencana pembangunan memiliki kontur sedikit berbukit dengan tingkat kemiringan yang bervariasi. Karakteristik tersebut menjadi salah satu aspek yang diperhitungkan dalam penyusunan desain kawasan.
“Oleh karena itu, prinsip desain akan mengikuti kontur alami tanah demi meminimalisir proses cut and fill (gali dan uruk). Mengingat karakteristik geoteknik tanah setempat memiliki daya dukung yang rendah, maka diperlukan pengujian sondir dan uji laboratorium lebih lanjut,” jelas Teddy.
Selain kondisi tanah, sistem pengelolaan air juga menjadi perhatian dalam perencanaan pembangunan. Pemkab OKU merencanakan sistem drainase terintegrasi, penyediaan area resapan, dan pembangunan kolam retensi untuk mengendalikan aliran air di kawasan tersebut.
“Aliran air alami dari area tinggi ke rendah nantinya akan dikendalikan melalui sistem drainase terintegrasi, penyediaan daerah serapan, serta pembuatan kolam retensi,” imbuhnya.






