Palembang,SuaraMetropolitan – Pemerintah Kota Palembang terus menunjukkan komitmennya dalam menjaga dan memperkuat harmoni di tengah keberagaman. Salah satunya melalui penerimaan audiensi Dewan Pimpinan Daerah Solok Saiyo Sakato (S3) oleh Sekretaris Daerah Kota Palembang, Aprizal Hasyim, yang mewakili masyarakat Minangkabau di kota ini.
Dalam kesempatan tersebut, Aprizal menegaskan bahwa keberagaman yang tumbuh di Palembang merupakan aset berharga yang harus dirawat bersama. Ia menyebut, keberadaan sedikitnya sembilan Ikatan Keluarga Minang (IKM) telah membentuk identitas multikultural yang menjadi ciri khas Kota Palembang.
“Yang utama adalah menjaga stabilitas keberagaman, dimulai dari hal-hal kecil. Pemerintah kota sangat mendukung kegiatan S3 dan siap memfasilitasi, termasuk penggunaan rumah dinas wali kota,” ujar Aprizal.
Ia juga menyampaikan bahwa Wali Kota Palembang, Ratu Dewa, memberikan dukungan penuh terhadap rencana kegiatan yang akan dilaksanakan oleh S3. Bahkan, wali kota disebut memiliki perhatian besar terhadap kegiatan sosial kemasyarakatan dan siap berpartisipasi aktif.
Baca juga: Palembang Bersiap Rayakan Hari Tari Sedunia, Ribuan Penari Akan Tampil
Selain itu, Sekda turut mengingatkan pentingnya peran masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan, khususnya di musim hujan. Ia menekankan perlunya kesadaran kolektif agar lingkungan tetap bersih, sehat, dan nyaman.
Sementara itu, Ketua S3, Irwansyah Masri, menyampaikan bahwa pihaknya akan mengukuhkan kepengurusan baru pada 1 Mei 2026 di rumah dinas wali kota.
“Kami sangat bersyukur telah diterima dengan baik. Bahkan secara administrasi, rencana kegiatan sudah kami siapkan. Kami juga berencana memberikan gelar kehormatan kepada Bapak Wali Kota sebagai bentuk penghargaan,” ujarnya.
Baca juga: Tegas! MKD DPR RI Batasi TNKB Khusus, Satu Kendaraan Satu Pelat
Sebagai bentuk sinergi dengan pemerintah, S3 juga akan menggelar sejumlah kegiatan sosial, seperti donor darah bekerja sama dengan TNI. Selain itu, mereka turut ambil bagian dalam kegiatan Car Free Night (CFN) dengan menampilkan kesenian Minangkabau, seperti Rantak dan Silat Harimau.
Irwansyah menambahkan, komunitas Minangkabau di Palembang telah hadir hampir dua dekade dan memiliki jumlah anggota yang cukup besar. Mereka tersebar dalam berbagai paguyuban yang berada di bawah naungan Badan Musyawarah Keluarga Minangkabau (BMKM) Sumatera Selatan.
“Kami berharap ke depan Pemkot Palembang melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata dapat terus melibatkan kami dalam berbagai event budaya. Banyak potensi seni yang bisa kami tampilkan untuk memperkaya wajah pariwisata kota,” harapnya.
Melalui kolaborasi ini, Palembang diharapkan semakin kokoh sebagai kota multikultural yang tidak hanya menjaga keharmonisan, tetapi juga mampu mengoptimalkan potensi budaya sebagai daya tarik wisata unggulan. (*)






