Palembang,SuaraMetropolitan – Polemik pengadaan meja biliar di rumah dinas (rumdin) pimpinan DPRD Sumatera Selatan (Sumsel) belum mereda. Setelah sebelumnya disorot karena anggaran hampir Rp500 juta, kini muncul lagi rencana pengadaan lampu gantung senilai Rp604 juta dan tirai jendela sekitar Rp634 juta juga menjadi perhatian publik.
Sebelumnya, pengadaan dua meja biliar untuk rumah dinas pimpinan DPRD Sumsel tercatat memiliki total pagu anggaran Rp486,9 juta. Rinciannya, Rp151 juta untuk rumah dinas Ketua DPRD Sumsel dan Rp335,9 juta untuk rumah dinas Wakil Ketua III DPRD Sumsel.
Di tengah polemik tersebut, data dalam Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan (SiRUP) menunjukkan adanya rencana pengadaan fasilitas lain di lingkungan Sekretariat DPRD Provinsi Sumatera Selatan.
Salah satunya adalah paket Pengadaan Lampu Gantung Hias Rumah Dinas Wakil Ketua I DPRD Provinsi Sumatera Selatan dengan pagu anggaran Rp604.664.300. Paket tersebut direncanakan menggunakan metode E-Purchasing dan bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) pemerintah propinsi Sumsel.
Baca juga: Klarifikasi Ketua DPRD Sumsel Soal Meja Biliar di Rumah Dinas, Belum Redam Polemik Anggaran
Selain itu, terdapat pula rencana pengadaan tirai jendela jenis roller blind untuk rumah dinas Wakil Ketua II DPRD Sumsel yang tercatat dalam dua paket berbeda. Paket pertama memiliki pagu anggaran Rp319.000.000, sementara paket kedua Rp315.000.000.
Menariknya, kedua paket pengadaan tersebut sama-sama diperuntukkan bagi rumah dinas yang sama dan dijadwalkan pada bulan yang sama, yakni Februari 2026. Perbedaannya hanya terlihat pada penulisan item, yakni “roller blind” dan “roller blinds”. Jika digabungkan, total pagu anggaran untuk pengadaan tirai tersebut mencapai sekitar Rp634 juta.
Pegiat antikorupsi, Feri Kurniawan, menilai rangkaian rencana pengadaan fasilitas rumah dinas bernilai ratusan juta rupiah tersebut berpotensi memunculkan pertanyaan publik mengenai prioritas penggunaan anggaran daerah.
“Ketika sebelumnya publik sudah dikejutkan dengan anggaran hampir Rp500 juta untuk meja biliar, lalu sekarang muncul lagi ratusan juta rupiah untuk lampu gantung dan tirai rumah dinas, tentu masyarakat akan bertanya-tanya mengenai prioritas penggunaan APBD,” ujar Feri, kepada SuaraMetropolitan Minggu (8/3/2026).
Baca juga: Fantastis! Anggaran Meja Biliar Rumah Dinas Pimpinan DPRD Sumsel Tembus Rp486,9 Juta
Menurutnya, melihat nilai anggaran yang mencapai ratusan juta rupiah, fasilitas yang direncanakan kemungkinan bukan sekadar perlengkapan biasa.
“Lampu gantung dengan nilai lebih dari Rp600 juta tentu bukan lampu biasa. Publik bisa membayangkan itu jenis dekoratif besar seperti chandelier yang biasa dipasang di hotel Bintang lima atau gedung mewah. Begitu juga dengan tirai yang nilainya mencapai ratusan juta rupiah, jelas bukan tirai standar seperti di rumah pada umumnya,” kata Feri.
Ia juga menyoroti adanya dua paket pengadaan tirai untuk rumah dinas yang sama dalam waktu yang bersamaan.
“Kalau benar dua paket tirai tersebut diperuntukkan bagi rumah dinas yang sama dan direncanakan dalam periode yang sama, tentu publik akan bertanya mengapa harus ada dua pengadaan sekaligus dengan nilai yang juga ratusan juta rupiah. Hal seperti ini perlu dijelaskan secara terbuka agar tidak menimbulkan persepsi negatif,” ujarnya.
Feri menegaskan, penggunaan anggaran daerah tetap harus memperhatikan asas kepatutan dan kepentingan publik.
“Di tengah banyak kebutuhan masyarakat yang lebih mendesak, pengadaan fasilitas rumah dinas bernilai ratusan juta rupiah tentu memunculkan pertanyaan publik. Jangan sampai kebijakan seperti ini justru memperkuat kesan kemewahan bahkan dianggap mencerminkan gaya hidup hedon di kalangan pejabat wakil rakyat,” tegas Feri.








