Kayuagung,SuaraMetropolitan – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ogan Komering Ilir (OKI) terus mempercepat transformasi digital di sektor perpajakan daerah sebagai upaya meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Melalui kegiatan ASN Sadar dan Ikut Kontribusi Pajak Daerah (ASIK Pajak) serta implementasi aplikasi SiDOMON Pajak (Sistem Digital Online Mempermudah Optimalisasi Pembayaran Pajak Daerah), Pemkab OKI mendorong aparatur sipil negara (ASN) menjadi pelopor pembayaran pajak daerah secara digital.
Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi pemerintah daerah dalam memperluas penggunaan layanan pajak berbasis digital sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya memenuhi kewajiban perpajakan.
Bupati OKI, H. Muchendi Mahzareki, mengatakan optimalisasi PAD merupakan salah satu fondasi penting dalam mewujudkan kemandirian fiskal daerah. Menurutnya, kemampuan daerah dalam membiayai pembangunan dan meningkatkan pelayanan publik sangat bergantung pada kekuatan pendapatan daerah yang dikelola secara efektif.
“PAD yang kuat akan memberikan ruang yang lebih luas bagi pemerintah daerah untuk membiayai pembangunan, meningkatkan kualitas pelayanan publik, serta mendorong kesejahteraan masyarakat. Karena itu, optimalisasi penerimaan daerah harus terus kita lakukan melalui berbagai inovasi,” kata Muchendi dalam sambutannya di Halaman Kantor Bupati OKI, Kayuagung, Selasa (2/6/2026).
Selain menggali potensi pajak daerah, lanjut Muchendi, pemerintah juga harus memastikan masyarakat memperoleh kemudahan dalam melakukan pembayaran. Karena itu, digitalisasi dinilai menjadi langkah strategis untuk meningkatkan kepatuhan wajib pajak sekaligus memperkuat tata kelola keuangan daerah.
Baca juga: Wabup Muba: Hafizh dan Hafizhah Harus Jadi Teladan di Tengah Masyarakat
“Melalui aplikasi SiDOMON Pajak, masyarakat kini dapat membayar pajak daerah dengan lebih mudah, cepat, aman, dan transparan. Digitalisasi ini bukan hanya memudahkan pelayanan, tetapi juga menjadi instrumen penting untuk meningkatkan kepatuhan wajib pajak dan memperkuat pendapatan daerah secara berkelanjutan,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Muchendi secara khusus meminta ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten OKI menjadi contoh nyata dalam pemanfaatan layanan pembayaran pajak digital. Menurutnya, peran ASN sangat penting dalam membangun kepercayaan masyarakat terhadap sistem yang telah disiapkan pemerintah.
“ASN harus menjadi contoh bagi masyarakat. Jika aparatur pemerintah sudah terbiasa membayar pajak secara digital melalui SiDOMON, maka masyarakat akan semakin yakin dan terdorong untuk memanfaatkan layanan yang sama,” katanya.
Kegiatan ASIK Pajak dan implementasi SiDOMON Pajak menjadi bagian dari langkah Pemerintah Kabupaten OKI dalam memperluas pemanfaatan layanan pembayaran pajak secara digital sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat dan ASN terhadap kewajiban perpajakan daerah.
Baca juga: Kloter Perdana Haji Sumsel Pulang, 443 Jamaah Tiba Selamat di Palembang
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Selatan, Bambang Pramono, menyampaikan apresiasi atas komitmen Pemerintah Kabupaten OKI dalam mempercepat digitalisasi transaksi pemerintah daerah melalui pemanfaatan teknologi pembayaran digital.
“Implementasi pembayaran pajak secara digital melalui SiDOMON merupakan langkah konkret dalam mendukung Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah. Sistem ini akan meningkatkan efisiensi, transparansi, serta akuntabilitas pengelolaan keuangan daerah,” ujar Bambang.
Menurut dia, digitalisasi pembayaran pajak juga berperan dalam memperluas inklusi keuangan dan mendorong budaya transaksi non-tunai di masyarakat.
“Kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten OKI, Bank Indonesia, dan Bank Sumsel Babel menjadi contoh sinergi yang baik dalam mendorong transformasi digital daerah. Semakin mudah masyarakat membayar pajak, semakin besar pula potensi peningkatan penerimaan daerah yang dapat dimanfaatkan untuk pembangunan,” kata Bambang.
Melalui kegiatan ASIK Pajak dan implementasi aplikasi SiDOMON, Pemerintah Kabupaten OKI berharap tingkat kepatuhan wajib pajak terus meningkat, basis pajak semakin luas, serta penerimaan PAD dapat tumbuh secara berkelanjutan guna mendukung percepatan pembangunan daerah. ASN juga diharapkan menjadi garda terdepan dalam mengampanyekan sekaligus memberi contoh pemanfaatan layanan pembayaran pajak digital kepada masyarakat. (*)







