Berita Daerah

Ratu Dewa Janji Atasi Banjir di Sekitar Masjid Babussalam Usai Peresmian

×

Ratu Dewa Janji Atasi Banjir di Sekitar Masjid Babussalam Usai Peresmian

Sebarkan artikel ini
Wali kota Palembang, Ratu Dewa, menyampaikan kata sambutan nya, di sela-sela peresmian Masjid Babussalam dirangkaikan dengan pelaksanaan Salat Magrib dan Isya berjamaah bersama warga sekitar, Minggu (15/2/2026).

Palembang,SuaraMetropolitan Wali Kota Palembang, Ratu Dewa, menegaskan komitmen Pemerintah Kota Palembang untuk mengatasi persoalan banjir yang kerap menggenangi kawasan sekitar Masjid Babussalam, Jalan Kancil Putih, Palembang.

Pernyataan tersebut disampaikan Ratu Dewa saat menghadiri peresmian Masjid Babussalam, Minggu (15/2/2026), yang berlangsung dalam suasana haru dan penuh kebersamaan bersama jamaah serta tokoh masyarakat setempat.

Menurutnya, persoalan banjir menjadi salah satu hal yang akan diprioritaskan pemerintah, agar masyarakat dapat beribadah dengan nyaman tanpa terganggu genangan air.

“Permasalahan banjir akan kita prioritaskan agar tidak terjadi lagi. Untuk lampu dan penerangan sudah kita penuhi. Ini bentuk komitmen pemerintah dalam mendukung sarana ibadah masyarakat,” tegasnya.

Baca juga: Mulai Senin Besok, Sirine di Kantor Wali Kota Palembang Kembali Beroperasi, Ini Jadwalnya

Selain penanganan banjir, Ratu Dewa juga memastikan dukungan Pemkot Palembang akan terus diberikan dalam pengelolaan dan pengembangan masjid, termasuk menyelesaikan persoalan teknis lainnya yang selama ini dihadapi.

Dalam kesempatan tersebut, Ratu Dewa turut mengenang Masjid Babussalam sebagai tempat yang memiliki nilai emosional dalam perjalanan hidupnya. Ia mengaku sering menunaikan salat di masjid tersebut sekitar sepuluh hingga lima belas tahun lalu saat dirinya masih menjadi staf biasa.

“Sekitar sepuluh atau lima belas tahun lalu saya sering salat di masjid ini. Saat itu saya masih staf golongan biasa. Kalau mengingat masjid ini, rasanya seperti kembali ke masa-masa perjuangan,” ujar Ratu Dewa.

Ia juga mengungkapkan bahwa masjid tersebut menyimpan kenangan tersendiri bagi keluarganya, karena putra-putrinya pernah belajar mengaji di tempat itu.

Baca juga: Cik Ujang: Partai Politik Bukan Sekadar Kontestasi, Tapi Wadah Pendidikan Politik

“Di sinilah anak-anak saya belajar mengaji. Jadi masjid ini punya kenangan tersendiri bagi keluarga kami,” tambahnya.

Ratu Dewa kemudian mengajak masyarakat untuk memakmurkan masjid bukan hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat pembinaan umat dan ruang dialog sosial.

Ia menilai masjid perlu berfungsi sebagai tempat pembahasan berbagai persoalan kemasyarakatan, pembangunan, hingga pemerintahan, sebagaimana peran masjid pada masa Rasulullah yang menjadi pusat peradaban.

“Masjid ini besar dan megah berkat kebersamaan masyarakat. Mari kita makmurkan, bukan hanya untuk ibadah, tetapi juga sebagai ruang musyawarah, pembinaan generasi, dan penguatan ukhuwah,” ujarnya.

Baca juga: Pemkab OKU Rombak Jabatan, 96 Pejabat hingga Kepala Puskesmas Resmi Dilantik

Ia juga mengingatkan pentingnya tanggung jawab sosial jamaah terhadap lingkungan sekitar, khususnya kepada anak-anak yatim piatu dan masyarakat kurang mampu.

“Jangan lupa ada tanggung jawab sosial. Kita harus peduli, menyantuni anak-anak yatim piatu di sekitar masjid ini. Masjid harus menjadi pusat kepedulian,” pungkas Dewa.

Peresmian Masjid Babussalam dirangkaikan dengan pelaksanaan Salat Magrib dan Isya berjamaah bersama warga sekitar. Kehadiran Wali Kota Palembang di tengah-tengah jamaah menambah kehangatan serta memperkuat pesan bahwa masjid merupakan ruang kebersamaan tanpa memandang status sosial.

Dengan diresmikannya Masjid Babussalam, diharapkan keberadaannya semakin memperkuat syiar Islam, membangun solidaritas sosial, serta menjadi pusat pembinaan umat di kawasan Kancil Putih dan sekitarnya. (*)

Tinggalkan Balasan

error: Maaf ya, kalau beritanya bagus di share saja.